GANGGUAN MAKAN
GNGGUAN MAKAN SERTA PENANGANANNYA
GANGGUAN makan merupakan masalah kesehatan yang
sering dianggap bukan suatu masalah yang penting. Padahal, gangguan makan pada
diri seseorang harus diatasi. Ini dia jenis-jenisnya yang paling umum dialami.
Makan adalah kebutuhan manusia untuk bertahan hidup.
Manusia perlu melakukannya dengan benar agar tetap sehat.
Sebagian besar dari kita mengatasi gangguan makan
dengan santai karena terlihat tidak fatal. Namun, gangguan ini cukup serius
sebagaimana penyakit psikosomatis lainnya.
Ada beberapa jenis gangguan makan yang pada akhirnya
menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti obesitas, masalah lambung,
tekanan darah rendah, dan sebagainya. Kadang-kadang Anda menderita gangguan
makan selama bertahun-tahun dan bahkan tidak menyadarinya.
Berikut beberapa jenis gangguan makan yang paling
sering dialami, sebagaimana dilansir Boldsky.
Bulimia nervosa
Ini merupakan gangguan makan yang membuat Anda
berpesta pada makanan-makanan, lalu setelahnya Anda segera mengeluarkan makanan
tersebut dengan berbagai cara.
Anda bisa saja memuntahkan makanan-makanan tersebut
karena merasa berdosa telah menyantap makanan-makanan yang dikonsumsi. Ini
merupakan prinsip dosa dan pembersihan.
Bulimia nervosa seringkali dialami oleh para model
fesyen profesional dan dijadikannya pilihan gaya hidup. Mendiang Putri Diana
merupakan seorang penderita bulimia.
Anorexia
Anorexia merupakan gangguan makan yang seringkali
terjadi pada gadis remaja. Mereka seringkali terobsesi memiliki tubuh yang
ramping bagaikan model fesyen, sehingga dia selalu menolak mengasup berbagai
macam makanan. Singkat kata, mereka terlalu takut untuk menjadi gemuk.
Penderita anorexia seringkali olahraga berlebihan,
menghilangkan banyak kalori dan membiarkan diri mereka kelaparan. Banyak remaja
menderita anorexia dan akhirnya merusak sistem pencernaan mereka.
Gangguan makan kompulsif
Jika Anda memiliki gangguan ini, maka Anda tidak
bisa berhenti makan. Dengan kata lain, Anda memiliki kecanduan makanan. Anda
kecanduan makan, bahkan ketika Anda tidak lapar. Anda tidak bisa berhenti makan
apa yang Anda suka.
Sindrom makan malam
Jika Anda menderita gangguan makan ini, maka Anda
akan menunda makan sampai malam hari dan mengatakan kepada diri sendiri bahwa
Anda sedang diet. Ketika Anda benar-benar lapar di malam hari, maka Anda akan
banyak makan. Tetapi, kemudian Anda sulit tidur.
Pola ini berulang dan menjadi rutinitas Anda.
Sebagai hasil dari kebiasaan makan yang tidak seimbang dan tidak sehat, serta
akan menambah berat badan Anda.
Pica
Orang dengan gangguan ini memiliki keinginan
kompulsif untuk makan, menjilat, atau mengunyah hal yang tidak benar-benar
tidak layak disebut makanan.
Anda mungkin sering mendengar ada orang yang suka
mengonsumsi kapur tulis di sekolah atau juga ada suka sekali memakan tisu atau
kertas. Bisa juga hal-hal seperti lem, cat, lilin, sabun, dan lain-lain.
Dalam beberapa kasus pica dapat dihubungkan dengan
kekurangan mineral tertentu. Selain itu, penderita pica disertai dengan masalah
perkembangan
MENGATASI GANGGUAN MAKAN
https://i2.wp.com/www.nolatrainer.com/wp-content/uploads/2009/07/overeating-main.jpg
Terlepas dari berapa lama kita sudah berjuang dengan
masalah makan atau tingkat keparahan gangguan makan kita, semakin cepat kita
memulai pengobatan, semakin baik. Kita dapat membantu mencegah gangguan makan
dan mempromosikan citra tubuh yang positif dengan mensyukuri ukuran alami kita
dan memilih untuk mencintai tubuh kita. Berikut adalah cara praktis untuk
melakukannya:
* Bergaul dengan orang-orang yang membuat kita
merasa baik tentang diri kita.
* Jangan mempromosikan kepercayaan yang keliru bahwa
kurus dan penurunan berat badan yang baik, sedangkan lemak tubuh dan berat
badan yang buruk.
* Hindari mengkategorikan makanan sebagai baik /
aman atau buruk / berbahaya.
* Hindari membuat komentar negatif tentang
penampilan fisik kita atau orang lain.
* Perhatikan baik-baik diet kita selama masa
transisi. Buatlah prioritas untuk makan sehat meskipun stres.
Memberikan makanan yang baik dan bergizi kepada anak
berarti memberikan keuntungan yang berlanjut hingga dia dewasa. Pertumbuhan
yang baik, perkembangan otak, pengendalian energi, perlindungan kesehatan,
kekebalan tubuh, perlindungan terhadap berbagai penyakit, sikap yang membaik,
dan perkembangan kebiasaan makan yang baik seumur hidup, semuanya didapat dari
menu makanan yang seimbang dan bernutrisi di masa kanaknya.
Makan adalah sebuah proses pertumbuhan dan
perkembangan alami seorang batita. Namun pada sekitar 25 % anak dengan
perkembangan normal dan pada 80 % anak dengan gangguan perkembangan ditemukan
mempunyai masalah makan. Bahkan 1- 2 % di antaranya ditemukan mengalami
kesulitan makan hingga mengalami penurunan berat badan yang serius.
Saat masih di dalam rahim ibu, seorang janin akan
mendapatkan asupan nutrisi langsung melalui tali pusat, namun setelah lahir
bayi memberikan tanda lapar kepada pengasuhnya melalui pola komunikasi
tertentu, seperti menangis. Perasaan lapar, kenyang atau sakit biasanya dapat
dikenali dari tangisannya. Hal ini pada akhirnya menjadi sebuah sistem
komunikasi bayi untuk mengekspresikan keinginannya. Dengan kata lain dibutuhkan
sistem komunikasi bayi-orang tua yang berkembang baik, karena hal ini penting
untuk membentuk keseimbangan nutrisi bayi. Sebelum memahami perilaku positif
yang dapat kita tanamkan dalam menkonsumsi makanan secara sehat, bernutrisi,
dan cukup, hendaknya kita kenali gangguan yang mungkin muncul mempengaruhi
kebiasaan dan selera anak di kemudian hari.
Beberapa kondisi gangguan makan yang sering timbul antara lain:
Pada saat pergantian tekstur makanan, dari ASI-bubur
susu-bubur saring-tim saring-nasi tim-nasi biasa dan lauk pauknya. Apabila
orangtua tidak cukup tegas dan konsisten
dalam menyikapi penolakan anak terhadap perubahan tekstur ini, bisa dipastikan
anak akan menetap di satu tekstur makanan lebih lama dari seharusnya.
Cara pemberian makan yang tidak benar. Seharusnya
sejak seorang bayi dapat duduk sendiri, sebaiknya ia dibiasakan untuk makan
sambil duduk di depan meja makan. Dengan cara seperti ini anak akan melihat dan
mengenal makanan apa saja yang ia makan dan orangtua/pengasuhnya makan. Jadilah
teladan yang baik, makanlah berbagai makanan sehat di hadapannya dengan
perasaan dan ekspresai bergembira, biarkan ia melihat dan mengamati apa yang
dimakan oleh keluarganya. Memberikan makan anak sambil menonton televisi atau
bermain sebenarnya justru membuat anak tidak fokus terhadap makanan yang ia
kunyah, ia tak mengenal dan mengetahui apa yang sebenarnya masuk ke dalam mulut
mereka.
Waktu makan yang penuh dengan pemaksaan dan
kekerasan. Hal ini dapat terjadi bila seorang ibu/pengasuh tidak peka terhadap
perasaaan anaknya. Anak mungkin tidak tahu secara naluriah makanan mana yang
baik untuk mereka, tetapi mereka tahu kapan mereka kenyang, setiap anak
biasanya memberikan tanda bahwa ia telah merasa kenyang. Seorang anak dapat
kehilangan selera makannya karena merasa kesal pada waktu makan, dipaksa untuk
menghabiskan makanan, juga pertengkaran keluarga karena seorang anak yang tidak
mau makan. Keadaan ini menjadikan anak memandang bahwa waktu makan adalah waktu
yang menegangkan dan mengerikan, maka hal ini secara otomatis akan memupuskan
selera makan yang mereka miliki.
Penelantaran anak. Orangtua yang sibuk, kurang
mempunyai waktu untuk anaknya, tak selalu ada saat anak membutuhkan makan. Bila
kondisi ini berlanjut, anak akan mengalami gagal tumbuh hingga malanutrisi.
Penting diingat, perkembangan fisik yang buruk bersifat permanen. Jadi,
penyimpangan apa pun pada gizi bayi, batita, atau anak-anak tidak dapat diperbaiki
di kemudian hari. Maka sesibuk apa pun orangtua, hendaknya perhatikan apa yang
masuk ke dalam perut anaknya, atau akan ada penyesalan di kemudian hari.
Gangguan jiwa/depresi pada orangtua maupun bayi.
Bayi/anak yang deresi akan mengalami gangguan makan, bisa menolak makan sama
sekali atau makan berlebihan. Sedang orangtua yang depresi/cemas atau mengalami
gangguan kepribadian lain akan membentuk pola asuh yang tidak optimal terhadap
bayinya, dampaknya akan bervariasi, tergantung berat ringannya kondisi gangguan.
Bila kondisi ini tidak segera diatasi, ujung-ujungnya akan memberikan dampak
negatif pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.
Lebih dari itu semua, kebiasaan makan anak-anak sama
seperti pola perilaku anak lainnya; mereka biasanya meneladani kebiasaan makan
orangtua mereka. Jika kita melewatkan sarapan, makan cemilan setiap saat, makan
dengan sangat cepat, cemberut saat melihat sayuran hijau, anak akan menirunya.
Kebiasaan makan dapat dikembangkan oleh orangtua
dengan menjadi teladan yang baik untuk diikuti anak-anak. Jika anak-anak tumbuh
dalam lingkungan yang menghargai pentingnya makanan sehat, kebiasaan makan
mereka akan dibentuk seperti itu seumur hidup mereka. Cobalah bantu anak-anak
memahami mengapa makanan yang baik itu penting. Orangtua dapat mendorong
anak-anak yang masih kecil untuk ikut berbelanja dan menyiapkan makanan, serta
memberikan mereka informasi dasar tentang menu makanan sehat.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar