Selasa, 26 Desember 2017

tugas 12 sistem informasi psikologi

Deteksi Dini Gejala Philophobia: Ketakutan akan Cinta
Ilustrasi philophobia. Teendefinition


Ketika seseorang telah menginjak usia dewasa, maka naluri manusiasecara alamiah adalah menikah, membangun keluarga bahagia, dan memiliki keturunan. Apalagi dia adalah seorang wanita. Ambisi untuk segera menikah pasti sangat diidamkan oleh para kaum hawa. Dia akan berusaha mendapatkan jodohnya dengan cara apapun. Misalnya, dengan berpacaran, meminta dijodohkan, atau mengejar cinta pria idaman.

Ketika seorang wanita jatuh cinta dia akan melakukan segala daya dan upaya untuk mendapatkan cinta dari pria idamannya.Baginya cinta merupakan anugerah terindah yang Tuhan kirimkan kepadanya. Makanya, dia akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mendapatkan cinta dari “sang pangeran” dan bisa menikah dengannya. Tetapi bagaimana jika cinta adalah suatu ketakutan terbesar dan teramat dahsyat yang menggerogoti sebagian atau seluruh hidup wanita?

Dalam ilmu psikologi ada salah satu phobia yang bernama Philophobia. Kata Philophobia ini berasal dari bahasa Yunani. Philo artinya cinta, dan phobia artinya takut, jadi Philophobia adalah suatu penyakit mental pada diri seseorang (khususnya wanita) yang takut untuk jatuh cinta dan dicintai. Pada dasarnya mereka sama saja seperti manusia lainnya,pernah merasakan jatuh cinta hanya saja mereka akan selalu berusaha menghindar dari apapun tentang cinta.

Mereka juga ingin dicintai, tetapi dalam batinnya ada suatu ketakutan yang berlebihan tentang cinta yang mengakibatkan mereka sulit untuk membangun sebuah hubungan. Wanita pengidap philophobia mempunyai latar belakang yang mengakibatkan mereka menjadi takut untuk mencintai dan dicintai seseorang. Salah satu latar belakang pengidap philophobia adalah mereka mengalami broken home saat usia masih dini.

Ketika mereka masih kecil,keluarga mereka sudah hancur berantakan. Sang ayah, yang harusnya bisa menjadi tameng pelindung bagi dirinya justru adalah seorang pengkhianat pertama yang telah menyakiti dan menyia-nyiakan hidupnya. For Your Information, wanita yang dekat dengan ayahnya dapat membangun hubungan baik dengan pasangannya. Kesejahteraan mental dan fisik akan didapatkan sang anak saat ia berumur 33 tahun, jika ia dekat dengan ayahnya sewaktu mereka berusia 0-16 tahun.

Pasalnya, usia 0-16 tahun adalah masa pembangunan karakter artinya pada masa itu karakter seorang anak dibangun. Jika pada masa itu sang anak perempuan dekat dan mendapatkan perlakuan baik dari ayahnya maka dia akan tahu barometer pria idaman itu seperti apa. Sebaliknya, jika pada masa itu sang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya (apalagi disia-siakan oleh ayahnya) maka dia akan sulit jatuh cinta karena krisis kepercayaan kepada pria. Hal itu disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang sangat buruk dari sang ayah.

Oleh sebab itu, sangat diutamakan kalau sang ayah harus bisa menjadi “ayah yang baik” saat anak berusia 0-16 (jadi tidak boleh lebih dari 16 tahun). Jika anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada masa tersebut, bisa menyebabkan sang anak mengidap Philophobia. Berikut merupakan gejala-gejala seseorang yangmengidap Philophobia:

1. Susah Move On

Pengidap Philophobia bercermin dari pengalamannya di masa lalu, sehingga dirinya sangat mengkhawatirkan masa depan. Sebenarnya tidak salah, jika mereka hanya mengambil pelajaran yang terjadi di masa lalu untuk dijadikan bahan pembelajaran. Akan tetapi,kekhawatiran mereka yang tidak wajar tersebut berubah menjadi rasa takut yang sangat berlebihan sehingga mereka tidak bisa menjalani hidup dengan “normal”.

Penyianyiaan yang dilakukan oleh ayahnya di masa lalu merupakan suatu trauma yang amat mendalam untuk dirinya. Hal itu takkan pernah mereka lupakan walaupun raga mereka telah tiada.

2.  Mindset yang Salah

Mindset ialah pola pikir yang tertanam di dalam diri seseorang. Mindset tersebut sangat menentukan kualitas kehidupan yang kita jalani. Penyandang Philophobia sejak kecil mempunyai mindset yang salah tentang cinta. Mereka hanya menganggap bahwa cinta adalah suatu hal yang sangat menyakitkan, menyedihkan, dan hanya menggoreskan luka.

Apabila mindset ini sudah tertanam di dalam diri seseorang maka sangat sulit sekali orang lain untuk mengubah mindset tersebut.Karena orang yang sudah telanjur memiliki pola pikir seperti itu akan selalu menganggap bahwa cinta takkan pernah bisa membuatnya bahagia.

3. Gugup terhadap Pria

Salah satu sifat hakiki yangdialami seorang manusia adalah gugup ketika berhadapan dengan pria. Namun,gugup yang dirasakan oleh penyandang Philophobia bukan sekadar gugup yang wajar, melainkan kegugupan itu akan diiringi oleh rasakebingungan dan ketakutan yang berlebihan, suhu badan naik, pacu jantung menjadi lebih kencang, berkeringat dingin, gemetaran, dan tak mampu bergerak ketika Phobianya kambuh.

4. Sulit Membuka Hati

Bagi pengidap Philophobia membuka hati untuk seseorang adalah perkara yang sulit. Dia akan menolak banyak orang yang mencintainya, bahkan yang ia cintai sekalipun. Dia lebih memilih menjadi jomblo dan kesepian daripada harus menjalin hubungan dengan orang lain. Ia adalah orang yang krisis kepercayaan. Baginya, tak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa ia percayai.

Dia selalu berpikir, jika ayahnya saja tega menyakiti dan melukai hatinya,bagaimana dengan orang lain? Jika ayahnya saja sanggup untuk meninggalkan dan menyia-nyiakan dirinya, bagaimana dengan pria lain? Pasti mereka akan jauh,jauh lebih kejam dibandingkan dengan ayahnya. Jika anda mencintai seorang wanita yang mengidap Philophobia, maka bersabarlah.

Sebab, butuh waktu yang amat lama dan perjuangan yang tidak mudah untuk meyakinkan dia agar mau hidup bersama anda. Tapi, saya yakin. Jika anda bersungguh-sungguh akan membahagiakannya maka perlahan-lahan dia pasti akan terbuka hatinya untuk mencintai anda.

5. Takut Memilih Pasangan yang Salah

Memilih pasangan adalah suatu ha lyang lumrah bagi semua orang. Tapi, bagaimana dengan pengidap philophobia? Bagi pengidap philophibia, memilih pasangan adalah hal yang amat sulit di dalam hidupnya. Jauh di dalam lubuk hatinya dia memang ingin seperti wanita lain yang bisa memiliki suami dan anak-anak. Tapi, di satu sisi ada rasa ketakutan yang menggerogoti batinnya.

Dia akan menolak punya pasangan dengan alasan kalau dia takut disakiti oleh pasangannya, takut kalau perceraian itu menimpa rumah tangganya sehingga anak-anaknya akan mengalami hal yang sama dengan dia. Memang sudah menjadi rahasia umum jika mencari pasangan yang tepat adalah suatu hal yang tidak mudah.

Tapi, bukan berarti kita tidak akan menemukannya loh. Di luar sana masih banyak laki-laki baik untuk perempuan baik-baik. Jika kita adalah perempuan baik, maka yakinlah bahwa kita pun akan mendapat laki-laki baik. Tuhan tidak tidur kok. Bagi kamu pengidap philophobia, tak usah khawatir.

Akan ada pelangi setelah badai. Tuhan tidak akan membiarkan kamu sedih seumur hidupmu. Jika kamu pernah disakiti di masa lalu, bukan berarti di masa depan pun kamu juga akan disakiti juga. Yakinlah, Tuhan tidak akan pernah membiarkanmu jatuh kedua kalinya.

Itulah tanda-tanda jika seseorang mengalami Philophobia. Jika anda merasakan salah satunya, waspadalah itu artinya anda adalah pengidap Philophibia. Sebenarnya tak ada yang salah jika kita mengalami trauma pada masa lalu, yang salah hanyalah jika trauma tersebut tetap menetap, mendarah daging di benak kita, dan menghambat kita untuk menghadapi masa depan.
Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar