16 Penyakit Kejiwaan Ringan Wajib Tahu
Sakit jiwa merupakan gangguan mental yang memberikan dampak yang cukup
besar dalam pola pikir, mood, sera tingkah laku seseorang secara umum.
Seseorang yang menderita penyakit kejiwan seringkali disebabkan karena tanda-tanda stress yang
membuat seseorang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari
harinya dengan normal. Ciri-ciri penderita sakit jiwa memang dapat berbeda satu
sama lainnya, namun jika dilihat secara umum penderita gangguan jiwa kebanyakan
terlihat dari gejala perubahan mood yang begitu drastis, kecemasan dan
ketakutan yang berlebihan, menjauhi kehidupan sosial, selalu merasa marah tanpa
ada nya alasan yang jelas hingga mengalami macam-macam
halusinasi. Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan mental juga bisa
diperlihatka dari perubahan pada kondisi fisik seseorang.
ads
Penyebab sesorang dapat terkena penyakit kejiwaan memang belum dikeathui
secara pasti. Ada banyak faktor-faktor yang menyebabkan seseorang dapat terkena
penyakit kejiwaan. Pada umumnya disebabkan karena faktor lingkungan dan faktor
genetik maupun kombinasi dari beragam faktor-faktor tertentu. Berikut ini
beberapa faktor-faktor yang menyebabkan penyakit kejiwaan paling umum.
·
Senyawa kimia dalam otak yaitu neurotransmiter yang mana memiliki peranan
penting di dalam kesehatan mental seseorang. Peurbahan reaksi kimia ini
nyatanya memberikan dampak pada mood serta aspek kesehatan mental lainnya.
·
Mmeiliki riwayat keluaga memiliki sakit jiwa. Pada gen-gen tertentu bisa
meningkat resiko anggota keluarga lainnya mengalami sakit jiwa. Kemunculannya
juga bisa disebabkan karena persoalan hidup yang mungkin pernah dialami
penderitanya.
·
Paparan racun, virus, dan minuman keras yang terkadang menyebabkan muncul
gejala-gejala penyakit kejiwaan dalam diri penderita.
·
Ketidak seimbangan hormon di dalam tubuh seseorang akan sangat berpengaruh
pada kesehatan mental.
·
Pernah mengalami kejadian yang traumatis di masa lalunya.
·
Menjalani kehidupan dengan penuh tekanan, seperti kesulitan ekonomi,
perceraian, kesedihan yang mendalam, dan lainnya.
·
Penyalahgunaan obat-obatan yang terlarang.
·
Adanya penyakit kronis, semisal kanker
·
Kerusakan pada otak
·
Pernah memiliki riwayat penyakit kejiwaan sebelumnya
·
Memiliki seikit teman, bahkan beberapa ada yang tidak memiliki teman
sehingga merasa selalu sendiri.
Ada beberapa penyakit kejiwaan ringan yang bisa saja dialami seseorang,
setiap jenis penyakit kejiwaan tersebut tentunya memiliki gejala dan
penyebabnya masing-masing. Berikut ini penjelasan mengenai macam-macam
gangguan jiwa ringan yang bisa terjadi pada diri seseorang.
1. Gangguan Kecemasan
Seseorang dengan gejala kecemasan berlebih dalam merespon sebuah situasi
dan objek-objek tertentu, apalagi jika gejala tersebut disertai dengan rasa
ketakutan, berkeringat, panik, bahkan disertai dengan detak jantung yang
menjadi lebih cepat menjadi salah satu ciri yang terliha jelas pada gangguan
kecemasan. Gangguan kecemasan ini bisa juga berupa fobia dalam situasi
tertentu, gangguan panik, maupun gangguan kecemasa sosial.
2.Gangguan kepribadian
Gangguan kepribadian ini memiliki beberapa jenis, seperti paranoid
personality disorder, gangguan
identitas gender, gangguan
kepribadian antisosial, dan masih banyak lainnya. Seseorang yang
mengalami gangguan kepribadian pada umumnya memiliki karakter-karakter kaku dan
ekstrem yang mana tidak sesuai pada kebiasaan masyarakat di lingkungannya.
3. Gangguan Afektif
Seseorang yang mengalami gangguan mood atau afektif biasanya akan merasa
sedih terus menerus, merasa gembira dalam periode tertentu,ataupun bisa sangat
senang dan bisa sangat sedih namun fluktuatif. Gangguan ini merupakan bentuk
paling umum dari ciri-ciri
depresi ringan, ciri ciri
bipolar disorder, ataupun gangguan kiklomitik yang mana perubahan
mood terjadi secara siginifikan dan tanpa alasan jelas.
Sponsors Link
4. Gangguan Tak Mampu Mengendalikan Keinginan
Gangguan ini menyebabkan penderitanya tidak mampu nuntuk mengendalikan
keinginna serta juga tidak mampu untuk menolak segala macam dorongan yang mana
berasal dari dirinya sendiri, meskipun kenyataannya dorongan tersebut dapat
membahayakan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Hal-hal esktrem akan
dilakukan olehnya, semisal piromania, kleptomania,
menyulut api, dan lainnya. Meskipun terlihat sederhana, namun kebiasaan ini
menjadi salah satu gangguan jiwa yang perlu diwaspadai.
5. Obsesif Compulsif Disorder
Obsesif Compulsif Disorder atau OCD merupakan gangguan otak serta perilaku.
Gangguan ini menyebabkan terjadinya kecemasan yang cukup parah bagi mereka para
penderitanya. Ciri-ciri umum dari penderita OCD ini adalah:
·
Seringkali melakukan tindakan berulang-ulang.
·
Selalu merasa resah, bahkan tidak lepas dari kecemasan, tertekan, hingga
merasa tidak nyaman dengan suatu kondisi.
·
Obsesi dan kompulsi yang dilakukan berulang dan terus menerus setiap
harinya.
·
Pikiran serta tindakannya tidak membuatnya merasa lega, puas, dan senang.
Namun lebih membuatnya merasa khawatir berlebih.
·
Obsesi dan kompulsi menjadi penyebab terjadinya tekanan di dalam diri
penderitanya. Bahkan secara siginifikan akan menganggu fungsi dari normal
seseorang ataupun kegiatan sosial yang berhubungan dengan orang lainnya.
Gangguan OCD akan semakin parah jika gejala-gejala yang diperlihatkan mulai
beranjak pada penderita yang mulai melukai dirinya sendiri. Untuk itu,
pentingnya pendampingan dari keluarga.
6. Gangguan Pola Makan
Gangguan ini akan menyebabkan seseorang mengalami perubahan emosi,
perilaku, hingga kebiasaan yang sering terlihat dan berkaitan dengan berat
badan dan makan. Salah satu contoh dari gangguan ini yang sering terjadi dapat
anda lihat tanda-tanda
anoreksia. Pada gangguan anoreksia akan terlihat jika penderitanya
sangat ketakutan jika berat badannya mengalami kenaikan yang mana dianggap
abnormal. Sehingga ketika berat badan meningkat, mereka enggan untuk
makan. Selain itu contoh lainnya dapat terlihat pada penyakit bulimia, yang
mana penderitanya akan terus makan bahkan hingga berlebihan dan setelah itu
akan memuntahkannya secara sengaja.
7. Gangguan Psikosis
Seseorang yang mengalami gangguan psikosis biasanya akan mengalami gangguan
mental yang membuat pikiran seseorang menjadi kacau beserta
kesadarannya. Halusinasi serta delusi menjadi gejala gejala yang sering
kali terjadi pada penderita gangguan ini. Halusinasi merupakan gangguan saat
seseorang mendengar maupun melihat suara yang dalam kenyataannya sebenarnya
tidak ada.
Sedangkan delusi merupakan kondisi berbeda dari halusinasi. Delusi
merupakan sebuah hal yang diyakini kebenarannya namun sama sekali tidak ada.
Misalnya saja seperti delusi kejar, yang mana penderita nya akan merasa
terganggu terus menerus seperti diikuti oleh orang lain. Atau gejala yang
ditunjukkan pada ciri ciri
skizofrenia, yang mana menyebabkan penderitanya mengalami gangguan
otak yang menyebabkan terjadinya halusinasi beserta delusi.
8. Gangguan Jiwa Akibat Zat Psikoaktif
ads
Zat psikoaktif memang memberikan pengaruh buruk bagi mental dan jiwa
seseorang, sehingga tak heran jika zat psikoaktif dapapt menyebabkan gangguan
mental dan jiwa. Yang termasuk ke dalam zt psikoaktif sendiri adalah obat-obat
terlarang, minuman keras, dan narkoba.
Ketika seseorang mengalami kecanduan, maka akan membuat mental dan
pikirannya akan otomatis menjadi terganggu. Terutama jika orang tersebut
mengkonsumsinya secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.
9. Gamomania
Gamomania merupakan obsesi yang berkaitan dengan mengajukan pernikahan.
Gangguan jiwa ini memang cukup aneh, dan mungkin terdengar asing bagi beberapa
orang lainnya. Orang yang mengalami gangguan ini biasanya akan memiliki obsesi
untuk mengajukan ataupun mengajak menikah pad aorang-orang berbeda bahkan dalam
waktu yang saa. Pada banyak kasus, gamomania ini bisa memicu seseorang untuk
melakukan poligami.
10. Climomania
Orang dengan gangguan climomania akan memiliki kecenderungan untuk
berlama-lama diatas kasur apalagi ketika musim dingin tiba. Penderita gangguan
kejiwaan ringan ini memiliki obsesi untuk beada terus menerus di kasur bahkan
dalam jangka waktu yang lama. Climomania ini berasal dari bahasa Yunani, yang
berarti obsesi tidur.
11. Gangguan pasca-trauma/post-traumatic stress disorder (PTSD)
Gangguan PTSD ini merupakan gangguan mental yang mana terjadi ketika
seseorang telah mengalami kejadian-kejadian yang menakutkan semisal pelecehan
seksual, bencana alam, kematian anggota keluarga, dan lainnya.
12. Sindrom respons stress
Gangguan ini terjadi saat seseorang menjadi sangat emosional serta
mengalami perubahan perilaku setelah mengalami kondisi di bawah tekanan. Kondisi-kondisi
yang menyebabkan gangguan ini dapat terjadi pada seseorang misalnya perceraian,
bencana alam, kondisi krisis, kehilangan pekerjaan, dan sejenisnya.
13.Gangguan Gender dan Seksual
Gangguan gender dan seksual ini akan menyebabkan pengaruh cukup besar pada
perilaku seksual hingga gairahnya. Kondisi seperti ini biasanya meliputi gangguan
identitas gender ataupun disfungsi seksual.
14. Gangguan Disosiatif
Seseorang yang mengalami gangguan disosiatif ini biasanya diakibatkan
dengan kondisi-kondisi tertentu. Contoh dari kasus gangguan disosiatif yang
sering terlihat dalam lingkungan sehari-hari adalag gangguan kesadaran pada
diri sendiri dan lingkungan, gangguan serius mengenai identitas diri, gangguan
ingatan , dan lainnya yang biasanya terpicu karena adanya rasa trauma yang
dialami.
15. Enosimania
Enosimania merupakan kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan untuk
melakukan kesalahan-kesalahan yang besar, takut untuk menerima kritikan, serta
lainnya. Gejala-gejala yang biasanya diderita oleh penderita enosimania adalah
detak jantung yang tidak beraturan, berkeringan berlebih, nafas menjadi cepat
dan pendek, serta timbul rasa muak. Namun enosimania ini juga dapat berdampak
positif, misalnya membuat seseorang menjadi bersikap penuh kehati -hatian,
perfect, serta lainnya. Namun tentu saja jika berlebihan akan menyebabkan diri
sendiri tidak nyaman.
Enosimania ini mungkin dalam beberapa hal bisa positif karena akan
menimbulkan sikap kehati-hatian, perfect, dan lainnya. Namun
kalau berlebihan maka akan membuat diri menjadi tidak nyaman.
16. Demonomania
Gangguan demonomania ini berkaitan erat dengan kehadiran makhluk ataupun
alam gaib. Seseorang yang menderita jenis gangguan kejiwaan ini selalu merasa
ketakutan berlebihan. Dirinya merasa takut jika roh jahat yang berasal dari
alam gaib dapat memasuki tubuh mereka. Orang dengan gangguan demonomania ini
akan menunjukkan gejala-gejala yang semakin parah setelah merek melihat film
horor, mendengarkan cerita horor, ataupun membaca buku horor.
Nah itu tadi beberapa penyakit kejiwaan ringan yang bisa saja terjadi pada
seseorang. Tentu saja penyakit kejiwaan tersebut harus segera diatasi. Sehingga
jika ada kerabat maupun teman anda yang mengalami gejala-gejala diatas, akan
lebih baik untuk segera membawanya untuk berkonsultasi dengan psikiater maupun
psikolog. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar