Menurut Mc Leod Sistem informasi merupakan suatu sistem
yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan
megngunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
Sedangkan menurut Erwan Arbie merupakan suatu sistem dalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan
operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi
penyediaan laporan yang diperlukan.
Dari pendapat kedua tokoh tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa :
SSistem informasi merupakan suatu
sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan
juga menjalankan operasional perusahaan, didalam sistem tersebut terdapat
kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang
terorganisasi.
Komponen Sistem informasi
- Komponen
input
Input bisa dikatakan sebuah masukan yang
dimasukkan kedalam Sistem informasi.
- Komponen
model
Model merupakan kumpulan prosedur yang
sudah ditetapkan untuk mengolah data yang tersimpan didalam basis data dan
menampilkannya kedalam sebuah keluaran
- Komponen
output
Output atau bisa juga disebut keluaran
dari sebuah informasi yang ada, beserta dokumentasi yan berguna untuk semua
tingkatan manajemen serta pemakai sistem.
- Komponen
teknologi
Teknologi merupakan alat dasar yang
membangun sebuah Sistem informasi, teknologi ini berfungsi untuk
menerima input, menjalankan model, menyimpan atau mengakses data, menghasilkan
srta mengirimkan output serta memantau pengendalian sistem.
- Komponen
basis data
Basis data merupakan kumpulan data yang
saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software
database.
- Komponen
kontrol
Kontrol merupakan sebuah pengendalian
terhadap Sistem informasi agar menghindari gangguan yang ada.
Skema Sistem informasi berbasis
komputer di organisasi
·
Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System)
dan Sistem kerja
Pengetahuan (Knowledge Work System)
Pengetahuan (Knowledge Work System)
Kedua sistem ini
bekerja pada level Knowledge. Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation Systems)
mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru
melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan
data atau memanipulasikannnya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya
secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.
Aspek-aspek Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word
processing, spreadsheets, presentasi.
·
Sistem informasi Manajemen (Management
Information System)
Sistem ini tidak
menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems),
tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari
Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis
keputusan dan pembuat keputusan. Sistem informasi Manajemen
menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat
membantu meyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi
(basis data).
·
Sistem pendukung keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama
dengan Sistem informasi Manajemen karena menggunakan basis
data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem informasi Manajemen
karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh
tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eklusif pembuat
keputusan.
·
Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan
(Artificial
Intelegent)
Intelegent)
Kecerdasan buatan
dimaksudkan untuk mengembangkan mesing-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Tahapnya adalah dengan memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya
untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logikanya. Sistem ahli
menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk
menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang
disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (Knowlege Based Systems) secara
efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan
masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung
keputusan, sistem ini meninggalkan keputusan terakhir agi pembuat keputusan
sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
·
Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision
Support Systems) dan
Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer Support Collaborative Work Systems)
Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer Support Collaborative Work Systems)
Bila kelompok, perlu
bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak
terstruktur, maka group Decision Support Systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
·
Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems)
Sistem tergantung pada
informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu
para eksekutif megnatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan
menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa
diakses seperti di kantor.
Manfaat Sistem
informasi bagi Perusahaan
·
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Sistem informasi bisa menolong
operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Dengan sedikit menanamkan investasi
pada teknologi Sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan
rintangan untuk memasuki industri tersebut dengan jalan meningkatkan besarnya
investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan
pasar. Selain itu bisa mengikat konsumen dan pemasok dengan cara membangun
hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
·
Memperkenalkan Inovasi dalam Bisnis
Penekanan utamanya adalah membangun
pertukaran ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya.
Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sisem reservasi penerbangan
terkomputersisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan
penerbangan besar. Bila agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi
terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan menggunakan sistem reservasi dari
penerbangan lain.
·
Membangun Sumber-sumber Informasi strategis
Teknologi Sistem informasi memampukan
perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat
kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat
keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa
spesialis Sistem informasi dan melatih end users.
Contoh sistem informasi ada 3
1.sistem furindo
2.sistem informasi HDTENT
3.sistem informasi management studio
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar