nama:muhdar fadil
npm:17514615
kelas:4pa09
matkul:sistem informasi psikologi
Pengertian Data dan
Informasi Lengkap Beserta Ulasan - Data merupakan bentuk yang belum
dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu
suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan
informasi.
- Data adalah nilai yang
mendeskripsikan dari suatu objek atau kejadian.
- Data adalah sesuatu yang belum
mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu
pengolahan.
- Data merupakan bentuk jamak
dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang
diberikan”
- Data adalah bagian paling
dasar/kecil dari karya manusia.
Informasi adalah hasil
dari pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga akan berguna
untuk pengambilan keputusan.
- Informasi adalah sebagai data
yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan
tertentu
- Informasi merupakan hasil
pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan
bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk
menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.
- Informasi adalah data yang
disimpan, diproses, atau ditransmisikan.
- Informasi adalah hasil
pengolahan dari data yang dapat memberikan gambaran lebih jelas terhadap
sesuatu.
Jenis-jenis Data
Data dapat berupa
nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.
- Data yang terformat adalah data dengan suatu
format tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau
menyatakan nilai mata uang.
- Teks adalah sederetan huruf, angka, dan
simbol-simbol khusus (misalnya + dan $) yang kombinasinya tidak tergantung
pada masing-masing item secara individual.
- Audio adalah data dalam bentuk suara. Instrumen
musik, suara orang atau suara binatang, gemericik air, detak jantung
merupakan beberapa contoh data audio.
- Video menyatakan data dalam bentuk sejumlah
gambar yang bergerak dan bisa saja dilengkapi dengan suara. Video dapat
digunakan untuk mengabadikan suatu kejadian atau aktivitas.
Hirarki Data
Secara tradisional,
data disusun dalam suatu hierarki yang terdiri dari elemen data, rekaman
(record), dan berkas (file),
- Elemen data adatah suatu data terkecil yang tidak
dapat dipecah lagt menjadi unit data yang lairr. Pada data kepegawaian,
elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan
atribul lain yang berkaitan dengan pegawai. Istilah lain untuk elemen data
adalah medan (field), Mom, itenk dan atribut.
- Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang
saling terkait, Sebagai contoh, nama, alamat, kota, dan tempat tinggal
lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekarnan.Istilah lain
untuk rekaman adalah tupel dan baris.
- Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang
bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai
kumpulan data yang ber¬kaitan dengan suatu subjek. Dalam konteks yang
lebih besar, sekumpulan berkas atau tabel mem-bentuk sebuah basis data. Sebagai
contoh, sebuah basis data kepegawai¬an dapat mengandung sejumlah tabel
seperti data pribadi, data presensi, sejarah kerja, dan sebagainya.
Ciri-ciri Informasi
Informasi itu sendiri
memiliki ciri-ciri seperti berikut (Davis, 1999):
- Benar atau salah. Dalam hal ini, informasi
berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Jika penerima informasi
yang salah mempercayainya, efeknya seperti kalau inforrrasi itu benar.
- Informasi benar-benar baru bagi si penerima.
- Informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan
terhadap informasi yang telah ada.
- Korektif Informasi dapat digunakan untuk
melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau
kurang benar.
- Informasi dapat mempertegas informasi yang telah
ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.
Kualitas Informasi
Kualitas informasi
(Prabu, 2006) diantaranya ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :
- Relevan , dalam hal ini informasi yang diterima
harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Kadar relevancy informasi antara
orang satu dengan yang lainnya berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan
masing-masing pengguna informasi tersebut. How is the message used for
problem solving (decision masking)?
- Akurat, yaitu berarti informasi harus bebas dari
kesalahan-kesalahan. Selain itu informasi yang didapatkan tidak boleh bias
atau menyesatkan bagi penggunanya, serta harus dapat mencerminkan dengan
jelas maksud dari informasi tersebut. Ketidak akuratan data terjadi karena
sumber dari informasi tersebut mengalami gangguan dalam penyampaiannya
baik hal itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sehingga menyebabkan
data asli tersebut berubah atau rusak.
- Tepat waktu, Informasi yang dibutuhkan oleh si
pemakai tidak dalam hal penyampaiannya tidak boleh terlambat (usang)
karena informasi yang usang maka informasi tersebut tidak mempunyai nilai
yang baik dan kualitasnya pun menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi.
Jika informasi tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maka
akan berakibat fatal sehingga salah dalam pengambilan keputusan tersebut.
Kondisi tersebut mengakibatkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga
kecepatan untuk mendapatkan, mengolah serta mengirimnya memerlukan
teknologi terbaru.
Komponen keakuratan
informasi
- Completeness ; Are necessary message items
present ? Hal ini dapat berarti bahwa informasi yang dihasilkan atau
dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi
yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan
keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan
berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu
masalah yang terjadi dalam suatu organisasi tersebut.
- Correctness ; Are message items correct ? maksudnya
bahwa informasi yang diterima kebenarannya tidak perlu diragukan lagi.
Kebenaran dari informasi tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan.
- Security ; Did the message reach all or only the
intended systems users? Informasi yang diterima harus terjamin keamanan
datanya.
- Economy (Ekonomis); What level of resources is
needed to move information through the problem-solving cycle ?. Kualitas
dari Informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan juga bergantung
pada nilai ekonomi yang terdapat didalamnya.
- Efficiency(Efisien); What level of resources is
required for each unit of information output ?
- Reliability (Dapat dipercaya); Informasi yang
didapatkan oleh pemakai harus dapat dipercaya, hal ini menentukan terhadap
kualitas informasi serta dalam hal pengambilan keputusan setiap tingkatan
manajemen.
Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu
sebagai berikut :
- Kemudahan dalam memperoleh, Informasi memperoleh
nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi
yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit
diperoleh.
- Sifat luas dan kelengkapannya, Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/ cakupan
yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak
bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik.
- Ketelitian (accuracy), Informasi mempunyai nilai
yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/akurat.
Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan
mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
- Kecocokan dengan pengguna (relevance), Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan
penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika
tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan
untuk pengambilan keputusan.
- Ketepatan waktu, Informasi mempunyai nilai yang
lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat.
Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat
diterima/ usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan
keputusan.
- Kejelasan (clarity), Informasi yang jelas akan
meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi
oleh bentuk dan format informasi.
- Fleksibilitas/ keluwesannya, Nilai informasi
semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan
keputusan.
- Dapat dibuktikan, Nilai informasi semakin
sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya.
Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah.
- Tidak ada prasangka, Nilai informasi semakin
sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan
keraguan adanya kesalahan informasi.
- Dapat diukur, Informasi untuk pengambilan
keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar