Rabu, 18 Oktober 2017

tugas 4 sistem informasi psikologi

" Pengertian Sistem Informasi Psikologi"
Pengertian Sistem Informasi Psikologi

A. Definisi sistem 

Pengertian sistem menurut para ahli:
1. Menurut Fat 
Sistem adalah suatu himpunan suatu benda nyata atau abstrak ( a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif
2. Menurut Indrajit 
Mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
3. Menurut Jogianto
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi
4.  Menurut Murdick, R. G.
Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu
5.  Menurut Jerry FutzGerald
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kumpulan suatu benda nyata atau abstrak, yang terdiri dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.


B. Definisi Informasi

Pengertian Informasi menurut para ahli: 

1. Menurut Gordon B. Davis 
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
2. Menurut Kenneth C. Laudon
Informasi adalah data yang sudah dibentuk dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia
3. Menurut Anton M. Moeliono
Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisi atau kesimpulan
4. Menurut Gordon B. Davis
Informasi adalah data yang telah diproses atau diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
5. Menurut Obert G Murdick 
Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah atau diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Informasi merupakan data yang telah didapatkan, diolah atau diproses, atau sebaliknya menjadi suatu bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan manusia. Informasi juga adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisi atau kesimpulan

C. Definisi Psikologi

Pengertin Psikologi menurut para ahli:
1. Menurut Wundt 
Psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi
2.  Menurut Woodworth dan Marquis 
Menyatakan bahwa psikologi mempelajari aktivitas-aktivitas individu. Pengertiam aktivitas itu luas, baik aktivitas motorik, kognitif, maupun aktivitas emosional.
3.  Menurut Branca dan Morgan
Menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang prilaku manusia. Morgan menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan binatang. Tapi sebenarnya ia senada dengan Branca.
4.  Menurut Plotnik 
Psikologi merupakan studi sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari prilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran, proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan juga emosional.


D. Definisi sistem informasi psikologi

Berdasarkan definisi sistem informasi psikologi yaitu suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari interaksi antara  manusia dan  alat teknologi, pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. 

E. Contoh kasus 

Pada era globalisasi saat ini, semua aktivitas manusia selalu berkaitan dengan tekhnologi. Pada ilmu psikologi sendiri sudah menggunakan sistem informasi. Contohnya pada saat ini banyak alat tes psikologi yang sudah ada di aplikasinya di komputer. Saya pernah mengikuti tes psikologi menggunakan aplikasi di komputer yaitu tes PapiKostick dengan memilih yang terdiri dari 90 soal dan masing-masing soal ada dua pernyataan, saya diminta untuk memilih atau mengklik jawaban antar A dan B, kemudian setelah selesai mengerjakan soal, akan muncul grafik hasil dari soal yang dikerjakan.





Daftar Pustaka:

- Gaol, C. J. (2008). Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo

- Hutahaean, J. (2015). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish
Basuki, H. A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma


Rabu, 11 Oktober 2017

tugas 3 sistem informasi

Menurut Mc Leod Sistem informasi merupakan suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan megngunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
Sedangkan menurut Erwan Arbie merupakan suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan.
Dari pendapat kedua tokoh tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa :
SSistem informasi merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga menjalankan operasional perusahaan, didalam sistem tersebut terdapat kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi.
Komponen Sistem informasi
  • Komponen input
Input bisa dikatakan sebuah masukan yang dimasukkan kedalam Sistem informasi.
  • Komponen model
Model merupakan kumpulan prosedur yang sudah ditetapkan untuk mengolah data yang tersimpan didalam basis data dan menampilkannya kedalam sebuah keluaran
  • Komponen output
Output atau bisa juga disebut keluaran dari sebuah informasi yang ada, beserta dokumentasi yan berguna untuk semua tingkatan manajemen serta pemakai sistem.
  • Komponen teknologi
Teknologi merupakan alat dasar yang membangun sebuah Sistem informasi, teknologi ini berfungsi untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan atau mengakses data, menghasilkan srta mengirimkan output serta memantau pengendalian sistem.
  • Komponen basis data
Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software database.
  • Komponen kontrol
Kontrol merupakan sebuah pengendalian terhadap Sistem informasi agar menghindari gangguan yang ada.
Skema Sistem informasi berbasis komputer di organisasi
·         Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System) dan Sistem kerja
Pengetahuan (Knowledge Work System)
Kedua sistem ini bekerja pada level Knowledge. Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannnya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.
·         Sistem informasi Manajemen (Management Information System)
Sistem ini tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem informasi Manajemen menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membantu meyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
·         Sistem pendukung keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem informasi Manajemen karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem informasi Manajemen karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eklusif pembuat keputusan.
·         Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesing-mesin yang berfungsi secara cerdas. Tahapnya adalah dengan memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logikanya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (Knowlege Based Systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan, sistem ini meninggalkan keputusan terakhir agi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
·         Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan
Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer Support Collaborative Work Systems)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision Support Systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
·         Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems)
Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif megnatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti di kantor.


Manfaat Sistem informasi bagi Perusahaan
·         Meningkatkan Efisiensi Operasional
Sistem informasi bisa menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Dengan sedikit menanamkan investasi pada teknologi Sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu bisa mengikat konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
·         Memperkenalkan Inovasi dalam Bisnis
Penekanan utamanya adalah membangun pertukaran ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sisem reservasi penerbangan terkomputersisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
·         Membangun Sumber-sumber Informasi strategis
Teknologi Sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis Sistem informasi dan melatih end users.
Contoh sistem informasi ada 3
1.sistem furindo
2.sistem informasi HDTENT
3.sistem informasi management studio  

Sumber



Rabu, 04 Oktober 2017

tugas 2 "data dan informasi" sistem informasi psikologi

nama:muhdar fadil
npm:17514615
kelas:4pa09
matkul:sistem informasi psikologi
Pengertian Data dan Informasi Lengkap Beserta Ulasan - Data merupakan bentuk yang belum dapat  memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi.



  • Data adalah nilai yang mendeskripsikan dari suatu objek atau kejadian.

  • Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. 

  • Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”

  • Data adalah bagian paling dasar/kecil dari karya manusia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXc-8-s0SiEPP31bwR01r_GXXPB9nillGg8ObXOuRK9JXUQzV0WXdSl-9YD9L47vcKf_u0VnyGVJQg1hkAzzcG4zL9p-jFZVZCUSKivg7nas70XF3gd1H2rWVV1pewndz0DPbh0-rWYL4/s1600/images+(9).jpg

Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga akan berguna untuk pengambilan keputusan.



  • Informasi adalah sebagai data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu

  • Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.

  • Informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan.

  • Informasi adalah hasil pengolahan dari data yang dapat memberikan gambaran lebih jelas terhadap sesuatu.


Jenis-jenis Data

Data dapat berupa nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.

  • Data yang terformat adalah data dengan suatu format tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan nilai mata uang.
  • Teks adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol khusus (misalnya + dan $) yang kombinasinya tidak tergantung pada masing-­masing item secara individual.
  • Audio adalah data dalam bentuk suara. Instrumen musik, suara orang atau suara binatang, gemericik air, detak jantung merupakan beberapa contoh data audio.
  • Video menyatakan data dalam bentuk sejumlah gambar yang ber­gerak dan bisa saja dilengkapi dengan suara. Video dapat digunakan untuk mengabadikan suatu kejadian atau aktivitas.


Hirarki Data

Secara tradisional, data disusun dalam suatu hierarki yang terdiri dari elemen data, rekaman (record), dan berkas (file),

  • Elemen data adatah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagt menjadi unit data yang lairr. Pada data kepegawaian, elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan atribul lain yang berkaitan dengan pegawai. Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), Mom, itenk dan atribut.
  • Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait, Sebagai contoh, nama, alamat, kota, dan tempat tinggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekarnan.Istilah lain untuk rekaman adalah tupel dan baris.
  • Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan data yang ber¬kaitan dengan suatu subjek. Dalam konteks yang lebih besar, sekumpulan berkas atau tabel mem-bentuk sebuah basis data. Sebagai contoh, sebuah basis data kepegawai¬an dapat mengandung sejumlah tabel seperti data pribadi, data presensi, sejarah kerja, dan sebagainya.


Ciri-ciri Informasi

Informasi itu sendiri memiliki ciri-ciri seperti berikut (Davis, 1999):

  • Benar atau salah. Dalam hal ini, informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Jika penerima informasi yang salah mempercayainya, efeknya seperti kalau inforrrasi itu benar.
  • Informasi benar-benar baru bagi si penerima.
  • Informasi dapat memperbarui atau memberikan peru­bahan terhadap informasi yang telah ada.
  • Korektif Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
  • Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.


Kualitas Informasi

Kualitas informasi (Prabu, 2006) diantaranya ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :

  • Relevan , dalam hal ini informasi yang diterima harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Kadar relevancy informasi antara orang satu dengan yang lainnya berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan masing-masing pengguna informasi tersebut. How is the message used for problem solving (decision masking)?
  • Akurat, yaitu berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan. Selain itu informasi yang didapatkan tidak boleh bias atau menyesatkan bagi penggunanya, serta harus dapat mencerminkan dengan jelas maksud dari informasi tersebut. Ketidak akuratan data terjadi karena sumber dari informasi tersebut mengalami gangguan dalam penyampaiannya baik hal itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sehingga menyebabkan data asli tersebut berubah atau rusak.
  • Tepat waktu, Informasi yang dibutuhkan oleh si pemakai tidak dalam hal penyampaiannya tidak boleh terlambat (usang) karena informasi yang usang maka informasi tersebut tidak mempunyai nilai yang baik dan kualitasnya pun menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi. Jika informasi tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maka akan berakibat fatal sehingga salah dalam pengambilan keputusan tersebut. Kondisi tersebut mengakibatkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah serta mengirimnya memerlukan teknologi terbaru.


Komponen keakuratan informasi 

  • Completeness ; Are necessary message items present ? Hal ini dapat berarti bahwa informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah yang terjadi dalam suatu organisasi tersebut.
  • Correctness ; Are message items correct ? maksudnya bahwa informasi yang diterima kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Kebenaran dari informasi tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan.
  • Security ; Did the message reach all or only the intended systems users? Informasi yang diterima harus terjamin keamanan datanya.
  • Economy (Ekonomis); What level of resources is needed to move information through the problem-solving cycle ?. Kualitas dari Informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan juga bergantung pada nilai ekonomi yang terdapat didalamnya.
  • Efficiency(Efisien); What level of resources is required for each unit of information output ?
  • Reliability (Dapat dipercaya); Informasi yang didapatkan oleh pemakai harus dapat dipercaya, hal ini menentukan terhadap kualitas informasi serta dalam hal pengambilan keputusan setiap tingkatan manajemen.


Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut :

  1. Kemudahan dalam memperoleh, Informasi memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
  2. Sifat luas dan kelengkapannya, Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/ cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik.
  3. Ketelitian (accuracy), Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
  4. Kecocokan dengan pengguna (relevance), Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
  5. Ketepatan waktu, Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/ usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
  6. Kejelasan (clarity), Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
  7. Fleksibilitas/ keluwesannya, Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan.
  8. Dapat dibuktikan, Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah.
  9. Tidak ada prasangka, Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
  10. Dapat diukur, Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.
Sumber: